Kamis, 16 Januari 2014

SEPULUH TULAH DI MESIR LENGKAP DENGAN MAKNANYA

(KELUARAN PASAL 7-11)


Kadang Ketika membaca tentang sepuluh tulah. Ada diantara kita yang tidak tahu maknanya.Kadang itu hanya dianggap sebuah cerita biasa, Namun semua itu berbicara tentang kuasa Tuhan yang mengalahkan “tuhannya” orang Kafir. Jadi sepuluh tulah berbicara tentangperlawanan antara Tuhan yang benar dabn Tuhan  orang Kafir. Dan inilah ke sepuluh tulah tersebut serta maknanya :

1. Tulah Air menjadi Darah: Allah membunuh Dewa Hepi, Dewa Sungai Nil

2. Tulah Katak untuk menunjukkan bahwa Dewi Haket, dewi katak, adalah dewi yang membuatmu kesusahan. Kematian Katak yang menjadi bangkai menunjukkan lagi kalau Allah mengalahkan Dewi Katak sebesar apapun jumlah mereka dan Allah biarkan mereka membusuk

3. Tulah Nyamuk dari Debu, adalah bentuk perlawanan Tuhan terhadap Dewa Tanah, bahwa Tuhanlah yang berkuasa membuat hidup apa yang berasal dari debu (peringatan juga terhadap manusia yang berasal dari debu), dan bahkan ahli-ahli sihir Firaun tidak dapat.

4. Tulah lalat, adalah bentuk perlawanan Tuhan terhadap Dewa hepri yang berkepala lalat, merupakan dewa penciptaan, reinkarnasi, dan dewa pergerakan matahari. Disini Tuhan lagi-lagi menujukkan kalau Tuhan bahkan dapat membuat dewa-dewa mesir malah merepotkan orang-orang Mesir ketimbang memberi berkat

5. Tulah Sampar, menyebabkan ternak mesir Mati. Tulah ini adalah bentuk perlawanan terhadap Dewi Hathor, Dewi perlindungan dan Cinta. Seringkali Dewi ini digambarkan berwajah Lembu, tidak heran Patung Lembu Emas yang dbuat Israel itu sebenarnya melambangkan Dewi Ini, pada saat Patung lembu emas dibuat, Israel melakukan "pesta sex" yang membangkitkan Murka Allah. kembali ke konteksnya dengan Tulah, Dengan sampar ini sekaligus melumpuhkan segenap ekonomi Mesir, dengan demikian Dewi perlindungan ini telah gagal melindungi Mesir

6. Tulah Barah, perlawanan Tuhan terhadap Dewi Isis, Dewi kesehatan dan kedamaian. Dalam tradisi Mesir, orang-orang yang "kotor" tidak boleh mengadakan persembahan terhadap dewa-dewi Mesir, dan karena semua orang Mesir terkena barah, tidak ada yang dapat melakukan penyembahan (Bandingkan dengan Allah yang terbuka terhadap orang-orang yang "kotor", namun umat Israel terlindung dari Barah ini)

7. Tulah Hujan Es, Perlawanan Tuhan terhadap dewi Nut, dewi langit. Bahkan dewi langit ini tidak berkuasa melawan kekuasaan Tuhan atas langit sehingga mendatangkan hujan Es.

8. Tulah belalang, Perlawanan terhadap Dewa Seth, Dewa badai dan ketidakteraturan. Dengan Tulah ini Tuhan sealigus membuat Mesir dalam keadaan benar-benar kacau: tumbuh-tumbuhan pun, sisa-sisa pangan Mesir, habis sama sekali dan jumlah belalang begitu banyak hingga suasana Mesir gelap bagaikan diterpa badai. Bahkan Dewa Seth tidak bisa menyamai Tuhan dalam mendatangkan bencana semacam ini

9. Tulah Kegelapan, Perlawanan Tuhan terhadap Dewa Ra , yang merupakan Dewa Matahari, Dewa di atas segala Dewa Mesir. Bisa dikatakan, melalui Tulah Ini, Tuhan secara efektif membunuh Dewa Ra

10. Tulah paling simbolis, kematian anak sulung Mesir. Tulah ini berhubungan dengan makna Paskah yahudi dan juga akhirnya Paskah Kristen, tapi kita khususkan untuk membahas dalam konteks perlawanan Tuhan terhadap para Dewa Mesir. Firaun dianggap sebagai Dewa Mesir yang setara dengan Dewa Ra. Anak Sulung di Mesir adalah pemegang kekuasaan ayahnya kelak, termasuk Putrea Sulung Firaun. Dengan matinya semua anak sulung Mesir, maka secara simbolis kekuasaan orang-orang Mesir menjadi hampa karena adanya satu generasi anak sulung yang hilang. Terlebih lagi bahwa Kekuasaan Firaunpun mengalami kehampaan, maka dengan demikian kekuasaan Mesir lenyap dalam satu generasi.

Ini juga balasan Allah karena anak-anak sulung Israel dulu dibunuh, dengan suatu maksud.Dulu semenjak jasa Yusuf di Mesir, orang-orang israel banyak mendapat tanah terbaik di Mesir. Firaun generasi berikut itu khawatir atas keungglan Israel atas tanah-tanah Mesir ini, karena itu Firaun berpikir jika anak laki-laki sulung Israel mati, mau tidak mau wanita Yahudi harus menikahi pria Mesir dan akibatnya kekuasaan atas tanah itu berpindah ke Mesir.

Minggu, 15 Desember 2013

Apa Bedanya Seorang ibu Zaman dulu dan Zaman Modern


Ada Perbedaan yang sangat menyolok dalam kehidupan zamanModern ini , khususnya di kalangan para ibu Zaman dahulu dan saat ini. Kehidupan makin modern dan kesibukan wanita pun makin beragam. Tidak hanya menjadi wanita yang dipingit di rumah, menunggu dinikahi hingga akhirnya menjadi ibu rumah tangga. Wanita masa kini lebih dinamis dibandingkan dengan wanita jaman dulu.
Namun ada yang bertambah dan ada pula yang berkurang. Wanita yang punya kesibukan, bisa kekurangan waktu untuk memberikan perhatian dan kasih sayang pada keluarganya. Yuk sama-sama merefleksikan diri. Apakah hal ini terjadi pada Anda sebagai seorang ibu?
Ibu Jaman Dulu: Sibuk mengurus keperluan anak.
Ibu Jaman Sekarang: Sibuk mencari tempat penitipan anak untuk buah hati mereka.
Ibu Jaman Dulu: Bangun tidur pagi buta, langsung mandi, bersih-bersih rumah dan menyiapkan sarapan maupun bekal suami dan anaknya.
Ibu Jaman Sekarang: Masak dan bersih-bersih itu urusan pembantu, mengasuh anak urusan baby sitter. Ibu harus segera mandi dan bersiap-siap untuk pergi ke kantor.
Ibu Jaman Dulu:Menyempatkan diri menemani dan membantu anak belajar.
Ibu Jaman Sekarang: Semua diserahkan pada guru sekolah dan guru les.
Ibu Jaman Dulu: Belanja ke pasar, tukang sayur. Belanja keperluan rumah tangga di tempat yang lebih ekonomis.
Ibu Jaman Sekarang: Kan ada supermarket dan online shop? Jangan lupa rajin cek BB, Facebook dan Twitter.
Ibu Jaman Dulu: Ibu rumah tangga, ngurus anak dan suami. Kebutuhan finansial utamanya tanggungan suami.
Ibu Jaman Sekarang: Pendidikan dan kebutuhan rumah tangga nggak murah, so harus ikutan kerja meringankan beban finansial keluarga.
Well, gambaran ini hanya bentuk umum ibu jaman dulu dan sekarang. Kebutuhan jaman dulu dan sekarang memang berbeda, meski begitu prioritas Anda adalah sama yaitu untuk keluarga dan anak. Apapun kesibukan Anda sebagai wanita karir di masa kini, pastikan Anda punya waktu untuk anak dan suami.
Sempatkan memberikan sentuhan perhatian sekalipun itu hanya membuatkan bekal, membantu menyiapkan buku pelajaran anak, menemani anak sebelum berangkat tidur atau menyeterika pakaian kerja suami. Bentuk perhatian kecil semacam ini dan kehadiran Anda di depan keluarga Anda tidak akan pernah bisa ditukar dengan gaji yang Anda terima tiap bulan. So, yuk lebih mencintai suami dan anak kita.

Jumat, 04 Oktober 2013

CIRI-CIRI HAMBA TUHAN YANG BERKENAN KEPADA TUHAN

KEL 3:1-22 
      Oleh : Pdt. Jery Adoe        

3:1. Adapun Musa, ia biasa menggembalakan kambing domba Yitro, mertuanya, imam di Midian. Sekali, ketika ia menggiring kambing domba itu ke seberang padang gurun, sampailah ia ke gunung Allah, yakni gunung Horeb.
3:2 Lalu Malaikat TUHAN menampakkan diri kepadanya di dalam nyala api yang keluar dari semak duri. Lalu ia melihat, dan tampaklah: semak duri itu menyala, tetapi tidak dimakan api.
3:3 Musa berkata: "Baiklah aku menyimpang ke sana untuk memeriksa penglihatan yang hebat itu. Mengapakah tidak terbakar semak duri itu?"
3:4 Ketika dilihat TUHAN, bahwa Musa menyimpang untuk memeriksanya, berserulah Allah dari tengah-tengah semak duri itu kepadanya: "Musa, Musa!" dan ia menjawab: "Ya, Allah."
3:5 Lalu Ia berfirman: "Janganlah datang dekat-dekat: tanggalkanlah kasutmu dari kakimu, sebab tempat, di mana engkau berdiri itu, adalah tanah yang kudus."
3:6 Lagi Ia berfirman: "Akulah Allah ayahmu, Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yakub." Lalu Musa menutupi mukanya, sebab ia takut memandang Allah.
3:7. Dan TUHAN berfirman: "Aku telah memperhatikan dengan sungguh kesengsaraan umat-Ku di tanah Mesir, dan Aku telah mendengar seruan mereka yang disebabkan oleh pengerah-pengerah mereka, ya, Aku mengetahui penderitaan mereka.
3:8 Sebab itu Aku telah turun untuk melepaskan mereka dari tangan orang Mesir dan menuntun mereka keluar dari negeri itu ke suatu negeri yang baik dan luas, suatu negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya, ke tempat orang Kanaan, orang Het, orang Amori, orang Feris, orang Hewi dan orang Yebus.
3:9 Sekarang seruan orang Israel telah sampai kepada-Ku; juga telah Kulihat, betapa kerasnya orang Mesir menindas mereka.
3:10 Jadi sekarang, pergilah, Aku mengutus engkau kepada Firaun untuk membawa umat-Ku, orang Israel, keluar dari Mesir."
3:11. Tetapi Musa berkata kepada Allah: "Siapakah aku ini, maka aku yang akan menghadap Firaun dan membawa orang Israel keluar dari Mesir?"
3:12 Lalu firman-Nya: "Bukankah Aku akan menyertai engkau? Inilah tanda bagimu, bahwa Aku yang mengutus engkau: apabila engkau telah membawa bangsa itu keluar dari Mesir, maka kamu akan beribadah kepada Allah di gunung ini."
3:13 Lalu Musa berkata kepada Allah: "Tetapi apabila aku mendapatkan orang Israel dan berkata kepada mereka: Allah nenek moyangmu telah mengutus aku kepadamu, dan mereka bertanya kepadaku: bagaimana tentang nama-Nya? --apakah yang harus kujawab kepada mereka?"
3:14 Firman Allah kepada Musa: "AKU ADALAH AKU." Lagi firman-Nya: "Beginilah kaukatakan kepada orang Israel itu: AKULAH AKU telah mengutus aku kepadamu."
3:15 Selanjutnya berfirmanlah Allah kepada Musa: "Beginilah kaukatakan kepada orang Israel: TUHAN, Allah nenek moyangmu, Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yakub, telah mengutus aku kepadamu: itulah nama-Ku untuk selama-lamanya dan itulah sebutan-Ku turun-temurun.
3:16. Pergilah, kumpulkanlah para tua-tua Israel dan katakanlah kepada mereka: TUHAN, Allah nenek moyangmu, Allah Abraham, Ishak dan Yakub, telah menampakkan diri kepadaku, serta berfirman: Aku sudah mengindahkan kamu, juga apa yang dilakukan kepadamu di Mesir.
3:17 Jadi Aku telah berfirman: Aku akan menuntun kamu keluar dari kesengsaraan di Mesir menuju ke negeri orang Kanaan, orang Het, orang Amori, orang Feris, orang Hewi dan orang Yebus, ke suatu negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya.
3:18 Dan bilamana mereka mendengarkan perkataanmu, maka engkau harus beserta para tua-tua Israel pergi kepada raja Mesir, dan kamu harus berkata kepadanya: TUHAN, Allah orang Ibrani, telah menemui kami; oleh sebab itu, izinkanlah kiranya kami pergi ke padang gurun tiga hari perjalanan jauhnya untuk mempersembahkan korban kepada TUHAN, Allah kami.
3:19 Tetapi Aku tahu, bahwa raja Mesir tidak akan membiarkan kamu pergi, kecuali dipaksa oleh tangan yang kuat.
3:20 Tetapi Aku akan mengacungkan tangan-Ku dan memukul Mesir dengan segala perbuatan yang ajaib, yang akan Kulakukan di tengah-tengahnya; sesudah itu ia akan membiarkan kamu pergi.
3:21 Dan Aku akan membuat orang Mesir bermurah hati terhadap bangsa ini, sehingga, apabila kamu pergi, kamu tidak pergi dengan tangan hampa,
3:22 tetapi tiap-tiap perempuan harus meminta dari tetangganya dan dari perempuan yang tinggal di rumahnya, barang-barang perak dan emas dan kain-kain, yang akan kamu kenakan kepada anak-anakmu lelaki dan perempuan; demikianlah kamu akan merampasi orang Mesir itu."


PENDAHULUAN : Musa adalah seorang pemimpin (Gembala Sidang Besar), punya gereja besar Israel yang besar pada zamannya. Namun rupanya sebelum dia dijadikan oleh Tuhan sebagai pemimpin sekaligus hamba Tuhan besar, ternyata dia tanpa sadar Allah telah menyiapakannya. Kadang kita tidak sadar lewat perjalanan hidup yang sukar itu merupakan jalan raya menjadi seorang hamba Tuhan berhasil.

I.                   SETIA MELAKUKAN PEKERJAAN SEDERHANA DAN KECIL SEBELUM MENERIMA PEKERJAAN BESAR (AY. 1 BAND ).

“3:1. Adapun Musa, ia biasa menggembalakan kambing domba Yitro, mertuanya, imam di Midian. Sekali, ketika ia menggiring kambing domba itu ke seberang padang gurun, sampailah ia ke gunung Allah, yakni gunung Horeb.”


Pekerjaan Musa pada awalnya hanyalah seorang gembala domba yang saat itu dianggap pekerjaaan hina dan sederhana. Dan domba yang digembalakannya juga hanya sedikit sekali. Namun karena dia setia dan tidak memilih-memilih pekerjaan yang harus dikerjakannya, akhirnya Tuhan mempercayakan dia pelayanan sebagai “gembala sidang” terbesar karena memimipin “seluruh Jemaat” yakni orang Israel
Kita tidak akan melihat pelayanan dan usaha,bisnis kita menjadi besar kalau kita tidak belajar untuk setia dalam pekerjaaan kecil. Mungkin anda hanya seorang koster, seorang walikota kupang bernama Daniel Adoe adalah contoh bahwa beliau dulunya adalah seorang koster. Alkitab mengatakan setia dalam perkara kecil, maka Tuhan akan mempercayakan perkara besar. Setia dulu dengan jemaat 5 orang baru Tuhan mempercayakan ribuan jemaat.

II.                 MEMILIKI PENGALAMAN BERJALAN BERSAMA TUHAN (AY. 2-3)

“3:2 Lalu Malaikat TUHAN menampakkan diri kepadanya di dalam nyala api yang keluar dari semak duri. Lalu ia melihat, dan tampaklah: semak duri itu menyala, tetapi tidak dimakan api.
3:3 Musa berkata: "Baiklah aku menyimpang ke sana untuk memeriksa penglihatan yang hebat itu. Mengapakah tidak terbakar semak duri itu?"

Sebelum Musa dipakai oleh Tuhan Musa menghadapai persoalan di Mesir di mana dia ingin dibunuh oleh Raja Mesir. Dan akhirnya dia lari. Dari pengalaman itulah dia mengalami pengalaman melihat perbuatan Tuhan yang ajaib yakni menyaksikan rumput kering yang menyala tapi tidak menghanguskan.
Untuk menyiapkan pelayanan yang lebih heboh dan besar Allah akan memakai masalah persoalan supaya kita punya pengalaman bersama Tuhan. Anda tidak akan bisa berbicara banyak hal sebagai sorang hamba Tuhan besar tanpa punya pengalaman sendiri bersma Tuhan. Karena kekristenan sejati adalah memiliki pengalaman bersama Tuhan. Kalau tidak hidup ini hanyalah teori.
“Kadang kita merasa masalah bagaikan semak yang membakar hidup kita tapi ingat catatan Alkitab mengatakan dia menyala tapi tidak “menghanguskan”. Memang banyak masalah terasa membakar dan memanaskan kita. Tapi satu hal bahwa hidupmu tak boleh terbakar atau hangus karena masalah itulah pengalaman bersama Tuhan”.

III.              TAKUT TUHAN DAN HIDUP KUDUS (AY. 4-6)

3:4 Ketika dilihat TUHAN, bahwa Musa menyimpang untuk memeriksanya, berserulah Allah dari tengah-tengah semak duri itu kepadanya: "Musa, Musa!" dan ia menjawab: "Ya, Allah."
3:5 Lalu Ia berfirman: "Janganlah datang dekat-dekat: tanggalkanlah kasutmu dari kakimu, sebab tempat, di mana engkau berdiri itu, adalah tanah yang kudus."
3:6 Lagi Ia berfirman: "Akulah Allah ayahmu, Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yakub." Lalu Musa menutupi mukanya, sebab ia takut memandang Allah.

Sekalipun Musa orang Israel yakni umat pilihan Allah, namun Tuhan tetap meminta dia menanggalkan kasudnya sebagai tanda kehidupannya harus kudus dan takut Tuhan. Harga yang harus dibayar oleh seorang hamba Tuhan dan jemaat yang ingin dipakai dan berhasil kuncinya adalah takut Tuhan dan Hidup Kudus

IV.              MEMILIKI BEBAN DAN HATI SEPERTI HATI TUHAN (AY. 7-10 BAND 2:11-14)

3:7. Dan TUHAN berfirman: "Aku telah memperhatikan dengan sungguh kesengsaraan umat-Ku di tanah Mesir, dan Aku telah mendengar seruan mereka yang disebabkan oleh pengerah-pengerah mereka, ya, Aku mengetahui penderitaan mereka.
3:8 Sebab itu Aku telah turun untuk melepaskan mereka dari tangan orang Mesir dan menuntun mereka keluar dari negeri itu ke suatu negeri yang baik dan luas, suatu negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya, ke tempat orang Kanaan, orang Het, orang Amori, orang Feris, orang Hewi dan orang Yebus.
3:9 Sekarang seruan orang Israel telah sampai kepada-Ku; juga telah Kulihat, betapa kerasnya orang Mesir menindas mereka.
3:10 Jadi sekarang, pergilah, Aku mengutus engkau kepada Firaun untuk membawa umat-Ku, orang Israel, keluar dari Mesir."

BAND

2:11. Pada waktu itu, ketika Musa telah dewasa, ia keluar mendapatkan saudara-saudaranya untuk melihat kerja paksa mereka; lalu dilihatnyalah seorang Mesir memukul seorang Ibrani, seorang dari saudara-saudaranya itu.
2:12 Ia menoleh ke sana sini dan ketika dilihatnya tidak ada orang, dibunuhnya orang Mesir itu, dan disembunyikannya mayatnya dalam pasir.
2:13 Ketika keesokan harinya ia keluar lagi, didapatinya dua orang Ibrani tengah berkelahi. Ia bertanya kepada yang bersalah itu: "Mengapa engkau pukul temanmu?"
2:14 Tetapi jawabnya: "Siapakah yang mengangkat engkau menjadi pemimpin dan hakim atas kami? Apakah engkau bermaksud membunuh aku, sama seperti engkau telah membunuh orang Mesir itu?" Musa menjadi takut, sebab pikirnya: "Tentulah perkara itu telah ketahuan."

Kalau saudara perhatikan Keluaran 2:11-14 dan Keluaran 3:7-10 maka saudara akan menemukan hati dan beban yang pada musa sama dengan perasaan dan hati Tuhan itu sendiri. Yakni membebaskan orang Israel dari perbudakan. Bagaiman kita bisa melihat pelayanan kita menjadi besar. Kalau beban kita hanya beban pribadi yang diutamakan dan bukan beban untuk jiwa-jiwa maka kita tidak akan pernah dipakai Tuhan lebih dahsyat.
Contoh : Kalau doa untuk pacar atau jodoh kita sungguh-sungguh tapi jiwa-jiwa tidak, kalau berdoa untuk sakit kita kita sungguh-sungguh tapi penyakit orang lain bagaimana?.

V.                BUKAN DENGAN KEMAMPUAN DIRI NAMUN KEMAMPUAN TUHAN (AY.11-12)

“3:11. Tetapi Musa berkata kepada Allah: "Siapakah aku ini, maka aku yang akan menghadap Firaun dan membawa orang Israel keluar dari Mesir?"
3:12 Lalu firman-Nya: "Bukankah Aku akan menyertai engkau? Inilah tanda bagimu, bahwa Aku yang mengutus engkau: apabila engkau telah membawa bangsa itu keluar dari Mesir, maka kamu akan beribadah kepada Allah di gunung ini."

Sebenarnya Musa punya kesempatan menonjolkan diri karena {
yang pertama dia menyelesaiakan studi di luar negeri dan universitas terbaik yakni universitas Mesir yang mana pada waktu itu Mesir termasuk Negara adikuasa dan maju dalam segala bidang.
Yang kedua dia dipilih langsung oleh Tuhan. Dia bisa merasa sombong. Namun dalam ayat ini jelas Musa sifatnya yang rendah hati dimana dia merasa tanpa penyertaan Tuhan dia hanyalah setitik debu.
Alkitab mengatakan Tuhan Allah yang merendahkan orang yang sombong dan meninggikan orang yang rendah hati. Kristus adalah teladan dan contoh terbaik Dia merendahkan diri dan mengambil rupa seorang hamba itu sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan nama di atas segala nama. Kalau kita mau Tuhan angkat dan promosi hidup, pekerjaan, pelayanan, bisnis kita maka tidak ada cara lain selain merendahkan diri di hadapan-Nya dan mencari dan beribadah kepada Tuhan dengan sungguh-sungguh.

VI.              MEMILIKI PENGENALAN TUHAN YANG DALAM (AY.13-18)

3:13 Lalu Musa berkata kepada Allah: "Tetapi apabila aku mendapatkan orang Israel dan berkata kepada mereka: Allah nenek moyangmu telah mengutus aku kepadamu, dan mereka bertanya kepadaku: bagaimana tentang nama-Nya? --apakah yang harus kujawab kepada mereka?"
3:14 Firman Allah kepada Musa: "AKU ADALAH AKU." Lagi firman-Nya: "Beginilah kaukatakan kepada orang Israel itu: AKULAH AKU telah mengutus aku kepadamu."
3:15 Selanjutnya berfirmanlah Allah kepada Musa: "Beginilah kaukatakan kepada orang Israel: TUHAN, Allah nenek moyangmu, Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yakub, telah mengutus aku kepadamu: itulah nama-Ku untuk selama-lamanya dan itulah sebutan-Ku turun-temurun.
3:16. Pergilah, kumpulkanlah para tua-tua Israel dan katakanlah kepada mereka: TUHAN, Allah nenek moyangmu, Allah Abraham, Ishak dan Yakub, telah menampakkan diri kepadaku, serta berfirman: Aku sudah mengindahkan kamu, juga apa yang dilakukan kepadamu di Mesir.
3:17 Jadi Aku telah berfirman: Aku akan menuntun kamu keluar dari kesengsaraan di Mesir menuju ke negeri orang Kanaan, orang Het, orang Amori, orang Feris, orang Hewi dan orang Yebus, ke suatu negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya.
3:18 Dan bilamana mereka mendengarkan perkataanmu, maka engkau harus beserta para tua-tua Israel pergi kepada raja Mesir, dan kamu harus berkata kepadanya: TUHAN, Allah orang Ibrani, telah menemui kami; oleh sebab itu, izinkanlah kiranya kami pergi ke padang gurun tiga hari perjalanan jauhnya untuk mempersembahkan korban kepada TUHAN, Allah kami.


Musa tidak banyak mengenal sifat orang Israel. Namun bagi Dia mengenal Tuhan itu jauh lebih penting dari pada mengenal mereka. Kadang kita pikir kita bisa melayani karena kita sudah mengenal jemaat, tempat pelayanan, budaya, cara berkhobah yang baik dan dengan itu kita piker bahwa kita sudah bisa melayani Tuhan dengan baik. Kenyaataannya kita gagal.
Musa dalam konteks ini sebelum dia melayani Tuhan dan umat yang pertama dia bertanya kepada Tuhan siapakah Engkau ?. Dan Tuhan mengatakan “I AM IS I AM”.
Dengan cara apa kita mengenal Tuhan : yang pasti doa dan hubungan intim dengan Tuhan. Baca Firman Tuhan, Dan berserah kepada pimpinan Roh Kudus.

VII.           TIDAK AKAN MENYERAH PADA TANTANGAN SEBELUM MARAIH KEMENANGAN / MENCAPAI VISI (AY.19-21)

3:19 Tetapi Aku tahu, bahwa raja Mesir tidak akan membiarkan kamu pergi, kecuali dipaksa oleh tangan yang kuat.
3:20 Tetapi Aku akan mengacungkan tangan-Ku dan memukul Mesir dengan segala perbuatan yang ajaib, yang akan Kulakukan di tengah-tengahnya; sesudah itu ia akan membiarkan kamu pergi.
3:21 Dan Aku akan membuat orang Mesir bermurah hati terhadap bangsa ini, sehingga, apabila kamu pergi, kamu tidak pergi dengan tangan hampa,
3:22 tetapi tiap-tiap perempuan harus meminta dari tetangganya dan dari perempuan yang tinggal di rumahnya, barang-barang perak dan emas dan kain-kain, yang akan kamu kenakan kepada anak-anakmu lelaki dan perempuan; demikianlah kamu akan merampasi orang Mesir itu."
Sekalipun Musa disuruh oleh Tuhan tapi itu tidak berarti jalan hidupnya mulus bagaikan jalan tol karena pada ayat 19 Tuhan mengatakan ada tantangan. Namun musa percaya sebagai seeorang yang dipersiapkan menjadi seorang pemimpin besar dia harus menghadapi semua itu dengan mental sebagai seorang pemenang dan bukan seorang pecundang.
Karena janji Tuhan memang ada tantangan pada ayat 19 namun Tuhan juga sekaligus menyiapakn kemenangan pada ayt 21.
Orang yang akan dipakai dan siap meraih berkat adalah orang yang siap menghadapi masalah dan tidak cepat mundur dan menyerah sampai Tuhan berperkara baginya.


Rabu, 11 September 2013

LIFE IN THE LIGHT OF THE FUTURE

Wahyu 7: 9-17
by Pdt Adri Adang





Setiap kita sedang berpulang menuju masa depan. Bumi hanyalah kemah kediaman kita, rumah kita yang sebenarnya adalah di masa depan. Rasul Paulus mengatakan bahwa kewarganegaraan kita adalah surga. 
Saya percaya setiap orang kristen merindukan untuk pulang ke surga, rumah masa depan kita. Semua
anda jika diperhadapkan dengan sebuah pertanyaan, dimanakah anda ingin berada setelah anda mati nanti?
Surga lah jawaban anda.

Lewat puji-pujian, hymne-hymne maupun pernyataan-pernyataan kita sebagai orang kristiani, kita mengklaim bahwa kita adalah pemilik surga, ahli waris surga dan warga negara kerajaan Allah. Namun fakta menunjukan bahwa banyak orang kristen justru menyangkali identitas mereka tersebut. Kehidupan orang kristen saat ini tidak sepadan dengan pengakuan mereka. Kejahatan dimana-mana dilakukan oleh orang kristen, banyak diantara kita yang hidup dalam dosa, betah didalam dosa bahkan bangga berbuat dosa.