Jumat, 27 Januari 2012

TEMUKANLAH KERAJAAN ALLAH DAN KEBENARANNYA

“Carilah dahulu Kerjaan Allah dan
Kebenaran-Nya
maka semuanya itu akan ditambahkan bagimu”.
Matius 6:33
Oleh Pdt. Dember Manno

            Apa itu Kerajaan Allah? Berbicara tentang kerjaan berarti berbicara tentang suatu bentuk pemerintahan dimana orang-orang yang hidup didalamnya  memiliki hak dan kewajiban sebagai warga Negara, atau juga memiliki perlindungan hukum yang pasti dari pemerintah dimana ia berada. Dalam dunia ini kita mengenal berbagai bentuk pemerintahan seperti Pemerintahan Republik yang dikepalai oleh seorang Presiden. Ada juga bentuk pemerintahan yang dikepalai oleh seorang sultan, atau perdana mentri, dan sebagainya. dan pada saat ini melalui firman Tuhan kita membaca tentang satu bentuk pemerintahan yang disebut Kerajaan Allah dimana Allah sendiri duduk sebagai kepala dalam pemerintahan-Nya.
            Saudara, tema kita mengatakan “Temukanlah Kerajaan Allah”. Saya sengaja membuatnya dalam kalimat perintah “Temukanlah!”. Benar bahwa bahwa saya telah lancang dalm memilih tema ini untuk kita, karena saya tidak mungkin memerintahkan saudara untuk melakukan sesuatu. Tetapi mari kita melihat bagaimana pentingnya tema ini. “Temukanlah Kerajaan Allah”. Melalui tema ini Saya ingin merenungkan Firman Tuhan bagi kita, dibawah pertanyaa-pertanyaan berikut :
1.      Apa pentingnya Kerajaan Allah itu bagi kita.
Dalam injil Yohanes…:… mengatakan bahwa Kerajaan Allah itu tidak bersifat Lahiriah tetapi bersifat Rohaniah karena itu sekalipun Kerajaan Allah itu ada diantara kita namun  kita  tidak dapat melihatnya dengan mata jasmani. Kerajaan Allah hanya dapat dirasakan karena Kerajaan Allah bersifat Roh. Tentang Roh dan pekerjaan Roh, Yesus mengatakan kepada Nikodemus, “ Seperti Angin engkau tidak tahu darimana ia datang dan kemana ia pergi, engkau tidapat melihatnya, tetapi engkau dapat merasakannya”. (Matius …:…) Dan tentang Kerajaan Allah Paulus menulis “Sebab Kerajaan Allah itu bukan soal makanan dan minuman melainkan soal sukacita, damaisejahtera, dan keadilan karena “Pekerjaan Roh Kudus”. Saudara apakah sukacita menjadi hal yang penting dalm hidup saudara? Apakah damaisejahtera merupakan hal yang saudara cari? Bagaimana dengan keadilan? Apkah saudara selalu merasa diperlakukan dengan adil? Jika hal-hal itu menjadi hal yang pokok dalam kehidupan saudara, jika hal sukacita, damai sejahtera dan keadilan menjadi kebutuhan utama dalam kehidupan saudara maka saudara telah memberi saya semangat dan saya menganggap bahwa saya benar dalam memilih tema ini. Temukanlah Kerajaan Allah” karena didalam Kerajaan Allah engkau akan menemukan sukacita, damai sejahtera, dan keadilan. Temukanlah Kerajaan Allah karena didalam pemerintahan ini engkau akan menemukan hal-hal kekal yang akan menuntun saudara ketempat yang sesungguhnya bersama dengan Allah. Temukanlah Kerajaan Allah karena didalamnya Allah menjamin kesejateraan jiwamu. Temukanlah Kerajaan Allah karena hal itu penting bagi kita.


2.      Bagaimana kita dapat menemukan Kerajaan Allah itu.
            Diatas telah kita pahami bahwa Kerajaan Allah itu tersembunyi bagi mata jasmaniah kita. Bahwa jaminan sukacita, damai sejahtera dan keadilan Allah dalam Kerajaan Allah itu merupakan pekerjaan Roh Kudus. Dan tidak ad seorangpun dapat melihatnya secara jasmaniah. Mengapa ? Karena Kerajaan Allah bersifat Rohani. Kerajaan Allah bersifat kekal, karena Allah yang kekal duduk sebagi Raja yang memerintah kerajaan-Nya. Jika Kerajaan Allah itu tersembunyi bagi kita lalu bagaimana mungkin kita dapat menemukannya? Bagaimana mungkin hal-hal yang bersifat Roaniah itu dapt kita temukan didalam kefanaan, ketebatasan jasmaniah kita?
a.       Hidup Dalam Roh.
Hidup dalam Roh berlawanan dengan hidup dalam daging. Hidup dalam Roh berarti hidup dikuasai oleh Roh. Hidup dalam Roh berarti hidup menurut Roh. Ketika kita terus hidup didalam Roh menjaga dan memelihara kehidupan Roh maka seperti yang Paulus tulis kepada jemaat di Galatia, bahwa dalam kehidupan itu akan mucul buah-buah dari Roh (Galatia 5:22-23). Saudara, apakah kita telah hidup menurut Roh? Apakah kita telah hidup dikuasai oleh Roh? Apakah kita telah melepaskan keinginan-keinginan daging dan hidup menuruti Roh? Tanpa hidup didalam Roh sia-sialah harapan kita untuk dapat menemukan Kerajaan Allah itu. Tanpa hidup dalam Roh saudara dan saya tidak akan dapat menemukan damai sejahtera, sukacita, dan keadilan Allah. Hidup dalam Roh menjamin kita untuk masuk dalam area Kerajaan Allah, Hidup dalm Roh menjamin kita untuk memasuki area Pemerintahan Allah yang penuh dengan Kesejahteraan.

b.      Carilah Kerajaan Allah itu.
Apa yang akan saudara lakukan jika ada sesuatu  yang berharga bagi saudara, tiba-tiba hilang. Bagaiman sikap saudara kalau tas uang saudara sengaja disembunyikan oleh teman saudara? Apa yang anda lakukan dengan dompet saudara yang jatuh yang berisi surat-surat berharga? Tentu hal yang paling petama saudara lakukan adalah mencarinya. Mengapa? karena semua itu berharga bagi saudara. Apakah kerajaan Allah itu berharga bagi saudara? Firman Tuhan katakan “Carilah”. Kata Cari dalam pengertian disini bukanlah mencari begitu saja. Kata cari di sini mengandung pengertian bahwa seseorang harus berusaha dengan sekuat tenaga, mengintai, menelusuri dengan cermat, memperhatikan dengan teliti.  Pernahkah saudara mendengar bagaimana pihak kepolisian menelusuri suatu kasus pembunuhan? Saya harus mengakui bahwa saya akan terkagum-kagum ketika merenungkan cara kerja mereka. Bukankah mereka tidak berada ditempat kejadian? Bagaimana kalau tidak ada saksi? Bagaimana kalau tidak ada barang bukti? Tapi saya percaya bahwa mereka lebih banyak berhasil dari pada gagal mengungkap pelaku kejahatan. Sekalipun kasus itu menjadi satu misteri, satu rahasia bagi mereka, tetapi dengan tekun mereka akan berusaha mengungkapkan fakta yang telah terjadi. Mengapa? karena mereka terus mencari dan mencari sampai mereka menemukan kebenaranya. Saudara Yesus berkata “Carilah maka engkau akan mendapatnya”  Kerajaan Allah adalah suatu indikasi yang hanya dapat kita rasakan yang dapat membawa kita kepada suatu fakta atau kebenaran. Saudara dan saya telah mendengar tentang Kerajaan Allah yang penuh dengan damai sejahtera tetapi apakah saudara sudah mengalaminya? Apakah saudar telah menemukan fakta atau kebenaran bahwa memang benar Kerajaan Allah itu penuh dengan sukacita. Kita juga dianjurkan untuk hidup didalam Roh shingga kita dapat menikmati keadilan Allah, tetapi apakah saudara dan saya sudah benar-benar menemukan faktanya? Sekali lagi Firman Tuhan mengatakan “Carilah” maka engakau akan mendapatkannya. Kalimat ini ditulis dalam bentuk perintah! “Carilah” ingatlah bahw suatu perintah Tuhan itu harus dilakukan dengan sepenuh hati. Carilah dengan sekuat tenaga, bersikaplah seperti seorang pengintai yang berusaha mengetahui suatu keadaan yang sesungguhnya, bersikaplah seperti polisi yang sedang mengumpulkan berbagai bukti untuk mengungkapkan suatu kebenaran, carilah denga cermat maka saya percaya bahwa kita akan dibawa kepada suatu fakta bahwa Kerajaan Allah itu Kerajaan yan penuh denagn Damai sejahtera dan sukacita.
  Saudara jika anda tidak menemukan damai sejahtera, sukacita dan keadilan didalam kehidupan ini, jika anda diperlakukan dengan tidak adil, oleh saudar-saudara anda, jika hatimu penuh dengan amarah, jika kehidupanmu kacau balau pada saat ini, maka ketika anda membaca renungan ini, ketika anda membaca Firman ini, lihatlah hal ini sebagai Perintah Tuhan yang harus engkau lakukan sehingga kehidupanmu dipenuhi dengan damai sejahtera, sukacita, dan keadilan-Nya.
            Mari kita membaca ayat ini secara lengkap : Carilah Kerajaan Allah dan Kebenarannya maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu. Apa maksud kata “semuanya itu” dalam kalimat ini? Mari kita memperhaikan ayat sebelumnya. Ayat 32 mengatakan “semua itu” dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. (semua itu apa ya?). ayat 31 menjelaskan dengan jelas kepada kita apa maksud dari “semua itu” atau semuanya itu” yaitu : makan, minum, pakai”. Apakah saudara khwatir tentang kehidupan anda saat ini? Apakah saudara khwatir tentang makanan anda hari ini? Tentang pakaian? Semua itu “dicari” bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Mari kita melihat perbedaan hakiki dalam kehidupan ini. Orang-orang percaya mendapat perintah Tuhan supaya mencari Kerajaan Allah, dan semuanya itu (makanan, minuman, pakaian) itu adalah tambahan. Sedangkan Bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah, “Mencari” semuanya itu. Ini artinya bahwa bagi ornag percaya hal yang paling utama adalah Damaisejahtera, sukacita, dan keadilan Tuhan oleh pekerjaan Roh Kudus, sedangkan hal-hal lahiriah adalah sesuatu yang ditambahkan kepada kita. Sebaliknya kita perhatikan bahwa Makanan, minuman, pakaian, dan minuman (hal lahiriah)itu mendi hal utama (dicari) oleh bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah.
            Muncul suatu pertanyaan tentang “bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Dalam hal apakah mereka tidak mengenal Allah? BAPA. Inilah jawaban dari pertanyaan ini. Ayat 32b menjelaskan ini kepada kita. “akan tetapi BAPAmu yang di sorga tahu bahwa kamu memerlukan semuanya itu. Benar bahwa orang percaya memerlukan semuanya itu tetapi itu bukan hal yang utama. Bapamu tahu bahwa kamu memerlukan semuanya itu. Ia akan memberikannya itu kepadamu. Bapamu akan mencukupkan engkau. Bapamu akan menghiasi engkau. Pertanyaannya adalah apakah kita sudah mengenal Allah sebagai BAPA kita? Disinilah letak perbedaan antara orang percaya dan orang tidak percaya. Orang percaaya mengenal Allah sebagai BAPA, karena itu mereka mampu melihat diri mereka sebagai anak-anak Allah uyang lahir dari benih ilahi, karena itu mereka bertingkahlaku sebagai anak-anak Allah didalam Roh. Sedangkan mereka yang dikatakan “tidak mengenal Allah, mereka tidak mengenal Allah sebagai Bapa yang dekat, memlihara, dan mencukupkan kehidupan mereka, itu sebabnya mereka selalu mencari-dan mencari SEMUANYA ITU.
Kesimpulan:
Kerajaan Allah adalah pemerintahan Allah didalam Roh. Pemerintahan Allah adalah pemerintahan yang penuh dengan damai sejahtera, sukacita, dan keadilan Allah. Karena itu penting untuk kita menemukannya. Kerajaan Allah tidak bersifat lahiriah, karena itu saudara dan saya tidak dapat melihatnya dengan mata jasmani tetapi kerjaan Allah bersifat Rohani karena itu untuk menmukan kerajaan Allah kita harus hidup dalam Roh dan kita diperintahkan untuk mencarinya. Amin


Jumat, 18 November 2011

Servic (kangker Rahim) - Jantung - Stroke

SHALOM.

Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat,
Aku akan memberi kelegaan kepadamu.
Matius 11:28

Banyak wanita yang takut akan penyakit yang berada di Vaginanya antara lain kista, myom dan mungkin kanker.

Jika anda divonis menderita kanker mulut rahim (cervix), dari hasil papsmear, jangan panik ! dan jika dokter ingin melanjutkan dengan cone biopsi, TOLAK sebab.
Kanker jenis ini tidak dapat dioperasi !

Anda tidak perlu kuatir sebab Tuhanmu sudah memberikan resep yang Paten tanpa perlu kena sayatan pisau.

Hanya berlaku untuk stadium 2 kebawah ! yang ukuran kanker masih sebesar kacang tanah atau bola pingpong .

Jika sudah mencapai stadium 3, lebih kurang sebesar buah apel, anda perlu ber-Doa agar tangan Tuhan menjamahmu dan berdoa bersama dengan teman teman seiman untuk minta belas kasihan Tuhan.

Penyembuhan cukup menggunakan ANTI OKSIDAN yang mempunayai daya kerja 50 X lebih dashyat dari yang ada dipasaran.
Terapi OZONE (O³) ! terapi ini harus di-pandu dengan orang yang sudah mengerti. Selanjutnya dapat dilakukan sendiri.

PERHATIAN : BAGI WANITA YANG SEDANG HAMIL, DILARANG KERAS MENGGUNAKAN TERAPI OZONE INI ! SANGAT BERBAHAYA BAGI JANIN.




Sakit Jantung, Darah tinggi dan Stroke. Penyakit ini paling sulit disembuhkan.
Biasa dokter berikan obat statin (pengencer darah).

Namun sampai saat ini, ilmu kedokteran belum dapat menemukan penyembuhan secara tuntas penyempitan pembuluh darah arteri. kecuali by-pass atau balooning (sten/stakger).

Jika stroke, pembuluh darah (capilaries) yang ada di-bagian otak robek (rupture), maka sangat sulit untuk kembali menjadi manusia normal.

Yang jadi pertanyaan, mengapa pada abad sebelum ini tidak banyak terdengar orang terkena serangan jantung atau stroke ?

Perkiraan yang paling besar adalah pola makanan yang banyak mengandung lemak jenuh !

Harus anda sadari bahwa lemak jenuh tidak dapat ter-urai (neutralize) jika kekurangan enzym. Jika ini terserap ke-dalam darah, maka akan terjadi penumpukan pada dinding pembuluh darah yang mana menyebabkan penyempitan atau bahasa yang benar adalah pembengkakan (arteri). Tentu penimbunan ini akan memakan waktu yang cukup lama sampai suatu saat kita mengalami tekanan darah tinggi dan sering sakit di bagian dada (angina).

Inilah awal dari penyakit jantung ! oleh sebab pembengkakan arteri ini maka jantung memompa lebih berat.

Darah membawa segala jenis makanan termasuk lemak dan racun (toxin) yang berasal dari zat kimia, antara lain : zat pengawet, zat pewarna, zat besi (kerang), zat pemanis buatan (aspartemin) dan vetsin. Memang sulit menghindari makanan ini, namun usahakan makan masakan rumah. Ini jelas lebih terjamin.

Saya tidak akan membahas lebih dalam masalah penyakit ini, sebab jika diteruskan, anda akan masuk ke-alam yang membingungkan.

Untuk menghindari penyakit ini, anda harus mengkonsumsi supplement dibawah ini :

1. WOBENZYM
2. RUTOZYM
3. ZEOLITE

Jika anda mengkonsumsi ke-tiga supplement yang disebut diatas ini selama 3 bulan, maka anda akan bebas dari penyakit jantung. Pembengkakan hilang dan racun yang ada didalam darah juga lenyap.



Dibawah ini adalah alternative pengganti dari supplement yang di-sebut diatas.

WOBENZYM = umbi/buah bit + daun pepaya + jantung nanas

Manfaat : membantu menghancurkan makanan seperti ; protein , karbohydrat dan lemak.

RUTOZYM = lecithin atau susu kacang kedele tanpa GULA – GULA – GULA !

Manfaat : melarutkan dan menghancurkan lemak jenuh atau plaque yang berada di-dalam pembuluh darah.

ZEOLITE = bahan mineral yang biasa digunakan untuk menjernihkan air.
Beli yang warna coklat susu. Jangan yang berwarna hijau ! ! !

Manfaat : membersihkan larutan lemak dan racun yang ada di darah .

Silahkan mencoba.

Stay Tune and GOD BLESS.



Senin, 31 Oktober 2011

Ibadah Raya yang dipimpin Oleh Pdt. Triyogo Setyatmoko, MA.

Pada tanggal 30 Oktober 2011 dalam ibadah kami, kami mengundang Bapak Pdt. Triyogo Setyatmoko, MA, untuk menyampaikan khotbah bagi jemaat GSJA Nazareth Kupang. Beliau adalah seorang sangat rendah hati. suami dari Pdt. Indryanty Limanta M.Div. Keduanya adalah dosen pada STT. Satyabhakti Malang. Salah satu sekolah Alkitab milik Gereja Sidang-Sidang Jemaat Allah di Indonesia.
Dalam Khotbahnya beliau mengambil Nats dari Injil Matius 25:1, dengan Judul "KEPERCAYAAN TUHAN". Dalam penjelasan lebih jauh beliau menjelaskan bahwa talenta pada ayat 14 , khususnya mengenai kata "Talenta" sedang berbicara mengenai "Kepercayaan".
Singkatnya beliau mengatakan bahwa orang kepercayaan bukan hanya mereka yang disebut sebagai hamba Tuhan seperti Pendeta, Gembala Sidang atau orang-orang yang sering melayani di altar gereja saja tetapi semua umat atau orang percaya adalah orang kepercayaan Tuhan. Kita semua mempunyai kepercayaan dari Tuhan, entah itu kemampuan, nafas hidup, berkat, kedudukan, pelayanan dll, semua itu adalah bentuk tenggung jawab yang harus dipertangggungjawabkan dengan segenap hati yang digambarkan oleh Firman Tuhan, dua menjadi empat dan lima menjadi sepuluh.Gereja yang dipimpin oleh Pdt. Jery Adoe mantan alumni STT Satyabhakti Malang. Hadir dalam acara kebaktian tersebut sekitar kurang lebih delapan orang dewasa dan ssepuluh orang anak anak.
Kebaktian ini dimulai dengan Puji-Pujian oleh Nona Shely (sonleader) dan Pemain Keyboard (Jo). Hadirat Allah sungguh dirasakan oleh jemaat. Dan lawatan Allah semakin terasa ketika usai berkhotbah Pdt.Triyogo  Setyatmoko yang sering disapa Bapak Gogo kembali menantang jemaat untuk , berdoa beberapa saat dan jemaat sungguh dilawat dan diberkati oleh Tuhan.





Sabtu, 27 Agustus 2011

Pemulihan: Mengatasi Rasa Bersalah Untuk Bangkit

(dikutip dari Pelitahidup.com )

Mazmur 51:3-12
3. Kasihanilah aku, ya, Allah, menurut kasih setia-Mu, hapuskanlah pelanggaranku menurut rahmat-Mu yang besar! 4. Bersihkanlah aku seluruhnya dari kesalahanku, dan tahirkanlah aku dari dosaku! 5. Sebab aku sendiri sadar akan pelanggaranku, aku senantiasa bergumul dengan dosaku. 6. Terhadap Engkau, terhadap Engkau sajalah aku telah berdosa dan melakukan apa yang Kau anggap jahat, supaya ternyata Engkau adil dalam putusan-Mu, bersih dalam penghukuman-Mu. 7. Sesungguhnya, dalam kesalahan aku diperanakkan, dalam dosa aku dikandung ibuku. 8. Sesungguhnya, engkau berkenan akan kebenaran dalam batin, dan dengan diam-diam Engkau memberitahukan hikmat kepadaku. 9. Bersihkanlah aku dari pada dosaku  dengan hisop, maka aku menjadi tahir, basuhlah aku, maka aku menjadi lebih putih dari salju! 10. Biarlah aku mendengar kegirangan dan sukacita, biarlah tulang yang Kau remukkan bersorak-sorai kembali! 11. Sembunyikanlah wajahMu terhadap dosaku, hapuskanlah segala kesalahanku! 12. Jadikanlah hatiku tahir, ya Allah, dan perbaharuilah batinku dengan roh yang teguh!
Apakah saudara  merasa bersalah hari ini atau pada hari-hari yang sudah berlalu ? Minggu ini saya merasa bersalah karena tidak melakukan sesuatu yang seharusnya dapat saya lakukan, tidur  terlalu larutsehingga membuat kepala saya pusing, saya telah batal mengunjungi seseorang yang sedang berada di rumah sakit. Rasa bersalah itu dapat saja terjadi dalam kehidupan kita sehari-hari karena kita tidak  melakukan sesuatu yang seharusnya, misalnya  telah berbicara menyinggung/menyakiti hati  orang lain, telah marah secara berlebihan, tidak mengendalikan lidah, terlalu curiga, terlalu khawatir, tidak terbuka, tidak jujur, telah mencemaskan sesuatu yang tidak terjadi, tidak belajar ketika akan menghadapi ujian sekolah dan lain-lain.
*courtesy of PelitaHidup.com
Apakah rasa bersalah itu ?
Rasa bersalah adalah sebuah perasaan yang tidak merasa bahagia,tidak merasa ada damai  dan tidak tentram. Perasaan yang buruk, salah, tidak berharga, merasa gagal, merasa malu dan kalah karena sesuatu perbuatan yang telah dilakukan. Para ahli psikologi berpendapat bahwa perasaan bersalah itu muncul karena kegagalan untuk mencapai standar-standar perilaku yang telah kita tetapkan sendiri. Misalnya ketika kita telah mengecewakan atau menyakiti hati seseorang, itu merupakan suatu perilaku yang buruk atau dosa.
Maka solusinya adalah kita belajar cara hidup yang  baik agar tidak merugikan oranglain atau siapapun. Jika ini kita lakukan tentunya kita tidak akan merasa bersalah. Pandangan seperti ini melihat bahwa dosa itu adalah masalah horizontal saja, yaitu hubungan sesama antar manusia.Berbeda dengan pandangan Alkitab,bahwa dosa itu juga memiliki dimensi vertikal, yaitu hubungan manusia dengan Allah.
*courtesy of PelitaHidup.com
Rasa bersalah itu sebagaimana yang telah dilakukan oleh Daud, adalah merupakan suatu dosa.Dosa itu menyakiti hati Allah.Alkitab mengatakan bahwa pada dasarnya kita semua bersalah.“Tidak ada yang benar, seorangpun tidak”, (Roma 3:10).Artinya kesalahan itu sifatnya universal atau umum.Di mata Allah semua manusia bersalah, karena manusia cenderung tidak mau dipimpin oleh Allah dan memberontak terhadap-Nya.
Apa yang  Daud telah ungkapkan dalam Mazmur  51 ini, adalah sebuah pengakuan dosa dari Daud. Nabi Natan telah diutus Tuhan datang kepada Daud supaya membeberkan dosa perjinahan yang telah dilakukan Daud dan pembunuhan yang telah direncanakan/dilakukan oleh Daud, dalam kisah 2 Sam.12 : 1-13. Dalam kisah ini, Daud  telah melakukan perjinahan dengan istri Uria bernama Batsyeba, dan karena hendak mengambilnya menjadi istrinya maka Daud dengan sengaja merencanakan dan membiarkan Uria mati dalam peperangan.
*courtesy of PelitaHidup.com
“Ditulisnya dalam surat itu, demikian: “Tempatkanlah Uria dibarisan depan dalam pertempuran yang paling hebat, kemudian kamu mengundurkan diri dari padanya, supaya ia terbunuh mati”, 2 Sam 11:15. Ini merupakan sebuah rencana pembunuhan yang dibuat oleh Daud terhadap Uria dan  Uriapun mati dalam pertempuran. Maksudnya ialah supaya ia dapat memiliki Batsyeba, mengambilnya menjadi isterinya.
Nabi Natan kepada Daud, dan ia menceriterakan  kepada Daud tentang seorang kaya yang mengambil anak domba satu-satunya kepunyaan orang miskin untuk menjamu tamu orang kaya tersebut,maka marahlah Daud, agar supaya orang kaya itu dihukum mati karena tidak mengenal belas kasihan. Melalui cerita itu Natan menegur Daud bahwa Daudlah orang itu.
*courtesy of PelitaHidup.com
“Mengapa engkau menghina Tuhan dengan melakukan apa yang jahat di mataNya?”, 2 Samuel 12: 9a. Akhirnya Daud sadar akan apa yang telah diperbuatnya, keadaan itu membuat Daud menjadi gelisah dan tidak tenang, hidupnya diliputi oleh rasa bersalah. Apa yang tidak berkenan dan yang jahat bagi  Allah telah ia perbuat.  Daud merasa hidupnya sudah tidak nyaman lagi karena ia terus dibayang-bayangi oleh perbuatannya yang berdosa itu.  Ia merasa bersalah, dan hatinya tidak tentram. Daud menginginkan ketenangan itu kembali dalam hidupnya, namun hal tersebut tidak akan diperolehnya sebelum ia membuat pengakuan yang jujur dengan sepenuhnya kepada Allah. Bagaimanakah Daud mengatasi rasa bersalahnya untuk bangkit kembali ?
Ada 4 hal yang dilakukan oleh Daud, yaitu:
  1. Bergumul melawan  dosa

Daud tidak langsung bertobat ketika ia berselingkuh dengan Batsyeba. Memerlukan beberapa waktu lamanya  sampai hal yang telah dilakukannya itu menjadi suatu pergumulan dalam hatinya. Setelah nabi Natan datang kepada Daud dan menceriterakan kisah tentang seorangkayayang  mencuri domba dari  seorang miskin, barulah Daud mengerti tentang kesalahannya. Mendengar kisah ini Daud baru sadar akan kejahatan yang telah ia perbuat itu.
Untuk memperoleh pengampunan dan pembaharuan dari Allah atas kesalahan dan dosa yang telah diperbuat itu tidaklah mudah. Apalagi jika seseorang itu telah mengalami keselamatan dan kemudian terjerumus ke dalam suatu kesalahan atau dosa maka akan mungkin mengalami pergumulan rohani yang panjang untuk mengalami pertobatan dan pemulihan. Pengampunan selalu ada pada Allah, yang Ia kehendaki ialah  supaya kita belajar untuk menjadi lebih baik lagi.
*courtesy of PelitaHidup.com
Dari Daud kita dapat belajar bahwa betapa menakutkan melukai hati Allah yang kudus setelah kita diberkati oleh Allah. “Sebab aku sendiri sadar akan pelanggaranku, aku senantiasa bergumul dengan dosaku”, ayat 5. Ini merupakan suatu kesadaran tentang tanggungjawab pribadi atas kesalahannya. Kata yang sering muncul dalam bacaan Firman Tuhan di atas ialah pelanggaranku, kesalahanku, dan dosaku.
Daud tidak mencari-cari alasan atau pembelaan, dan pembenaran terhadap dirinya mengapa iasampai berbuat dosa. Daud juga tidak menyalahkan pada keadaan yang membuat kesempatan itu terjadi, juga dia tidak  mempersoalkan ketidak-pengetahuan, atau karena kebutuhan, karena godaan, juga dia tidak melibatkan Batsyeba yang harus ikut menanggung kesalahan dalam perjinahannya, sehingga pembunuhan itupun terjadi.
Kesalahan yang dilakukan Daud itu adalah tanggungjawab Daud sendiri. Pengakuan yang sejati itu ialah mengakui kesalahannya dengan tidak mencoba berdalih. Daud tidak mau tinggal terus menerus dalam dosanya, karena itu ia datang kepada Allah untuk memohon pengampunan supaya dipulihkan.  “Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan”, 1 Yohanes 1:9
Kita harus bergumul melawan dosa, sebab dosa itu melawan Tuhan.Jangan biarkan dosa itu tetap tinggal dalam hidup kita tapi lawan dan perangilah itu.Hadapi dosa itu,dengan bersikap terbuka dan jujur dihadapan Allah.Jangan ada yang disembunyikan akuilah semua kesalahan dan dosa itu kepada Allah.Allah pasti mendengarkan semua beban kita, karena Ia selalu setia terhadap kita. Ia mengasihi kita.
Membiarkan dosa dan tidak mengakuinya, ini mencegah kita untuk menikmati hubungan dan persekutuan dengan Allah dan dengan sesama. Orang yang menyangkal dosanya atau berusaha menyembunyikannya, tidak mau mengakuinya, tidak menyesali dan meninggalkannya, tidak akanmerasa tenang dalam hidupnya dan tidak akan bertumbuh secara rohani. Pengampunan dan kemurahan Allah itu tersedia bagi semua orang yang mau datang kepadanya dengan sungguh hati untuk menerima pemulihan. “Siapa menyembunyikan pelanggarannya tidak akan beruntung, tetapi siapa mengakuinya dan meninggalkannya akan disayangi”, Amsal 28:13.

2. Mengakui bahwa dosa itu melawan Tuhan

Setelah Daud menyadari kesalahanyang telah ia perbuat kepada manusia, ia juga menyadari bahwa terutama dosanya itu ialah kepada Allah. Firman Tuhan mengatakan bahwa dosa itu adalah perbuatan yang jahat dimata Allah.“Mengapa engkau menghina Tuhan dengan melakukan apa yang jahat di mataNya?Uria, orang Het itu, kau biarkan ditewaskan dengan pedang; isterinya kau ambil menjadi isterimu, dan dia sendiri telah kau biarkan dibunuh oleh pedang bani Amon”, 2 Samuel 12:9.
Terlepas dari perbuatan Daud terhadap Batsyeba dan Uria suaminya, maka tindakan Daud itu pada akhirnya adalah menentang Allah. “Terhadap Engkau, terhadap Engkau sajalah aku telah berdosa dan melakukan apa yang Kau anggap jahat, supaya ternyata Engkau adil dalam putusan-Mu, bersih dalam penghukuman-Mu”, ayat 6. Daudpun membuat sebuah pengakuan kepada Allah yang tanpa tersembunyi tentang kesalahan yang telah diperbuatnya. “Dosaku kuberitahukan kepadaMu dan kesalahanku tidaklah kusembunyikan; aku berkata: “Aku akan mengaku kepada Tuhan pelanggaran-pelanggaranku”, dan Engkau mengampuni kesalahan karena dosaku, Mazmur 32:5.
Mengakui dan memberitahukan dosa dengan hati yang tulus dan sungguh-sungguh akan menghasilkan pengampunan.Dengan pengakuan tersebut apabila Allah menjatuhkan hukumanNya atas orang berdosa Allah tidak boleh dituduh kejam.Daud mengakui bahwa Allah itu adil dalam segala keputusanNya.Resiko akibat dosa yang telah diperbuatnya itu dapat diterima oleh Daud sebagai maksud baik Allah.
Ada resiko yang harus diterima oleh Daud akibat dari perbuatan dosanya itu, yaitu anaknya yang dikandung oleh Batsyeba itu ditulahi oleh Allah sehingga sakit dan akhirnya mati. Sekalipun Daud telah berpuasa dan menangis untuk  berdoa minta belaskasih Allah agar anak itu tetap hidup tetapi keputusan Allah tetap terlaksana. Allah mau menunjukkan keadilanNya walaupun hati Daud terluka oleh kematian anak tersebut, karena itu Daud sangat menyadari bahwa keputusan Allah adalah baik apapun juga.  Sekalipun Daud bersedih tetapi ia tidak bisa menolak kehendak Allah dan Daud  merima keputusan Allah itu sebagai sesuatu yang baik.
Sebab itu ketika anaknya itu mati, Daud bangkit dan menyembah Tuhan.Daud tetap menyembah Tuhan disaat luka dihatinya masih ada akibat kesalahannnya itu.“Lalu Daud bangun dari lantai, ia mandi dan berurap dan bertukar pakaian; ia masuk ke dalam rumah Tuhan dan sujud menyembah”, 2 Samuel 12:20a.
Kesalahan itu mengandung resiko yang harus ditanggung. Saudaraku, bila saat ini engkau sedang mengalami suatu sakit, luka atau derita akibat kesalahan yang telah diperbuat di masa yang lampau anggaplah itu sebagai bentuk perhatian dan kasih Allah. Terimalah luka atau penderitaan yang wajar kita tanggung itu karena  akibat dosa atau  kesalahan kita, tapi jangan pandang  itu sebagai hukuman yang berkelanjutan, namun pandanglah itu sebagai sebuah proses penyembuhan yang akan terjadi kemudian setelah kita mengalami perubahan dalam hidup kita. Jika kita menyadari bahwa sesuatu beban yang kita terima/pikul saat ini adalah sebagai akibat dari kesalahan dan dosa yang telah kita perbuat, maka hal itu  harus kita terima sebagai sesuatu keputusan yang adil dari Tuhan.  Jadikan hal itu sebagai suatu peringatan atau sebagai kenangan indah untuk kita merasakan kasih Allah.
Jangan kecewa, jangan putus asa, tetaplah menyembah Dia. Dia mengasihi, sangat mengasihi sekalipun kita orang berdosa. Sebab tidak selamanya kita dibiarkan menderita. Justru dengan resiko yang diterima itu kita dapat merasakan betapa besar kasih dan keadilanNya.Ia pasti menyediakan yang terbaik lagi di masa yang akan datang sesuai proses perubahan hidup yang kita jalani. Dia akan mengubahkan keadaan yang buruk untuk menjadi sebuah kebaikan.

3. Menyadari orang berdosa  memerlukan pengampunan Allah

Daud mengakui bahwa sejak dari kandungan atau lahir dia memiliki kecenderungan untuk berbuat dosa. Daud menyatakan bahwa manusia itu sifatnya berdosa, dengan kata lain setiap orang itu sejak dari lahir memiliki suatu kecenderungan untuk melakukan suatu kesenangan dan keiinginan diri sendiri, yang bahkan dapat menyebabkan orang lain menderita.
“Sesungguhnya, dalam kesalahan aku diperanakkan, dalam dosa aku dikandung ibuku”, ayat 7. “.. hapuskanlah pelanggaranku menurut rahmatMu yang besar!’, ayat 3. Hapuskan artinya ‘dikikis’ dibersihkan seperti sebuah tulisan dihapuskan, sehingga tidak kelihatan lagi. “Bersihkanlah aku seluruhnya dari kesalahanku, dan tahirkanlah aku dari dosaku!”, ayat 4. Dosa dilihat sebagai sesuatu yang berurat berakar secara dalam yang memerlukan pengobatan intensif, yaitu dengan membuang habis dosa sehingga menjadi tampak bersih.
Kecenderungan berdosa ini hanya dapat dibersihkan dari kehidupan kita melalui penebusan di dalam Yesus Kristus yang telah membayar, menebus kita dengan kematiannya di kayu salib dan oleh tuntunan Roh Kudus.Kita membutuhkan pertolongan Tuhan, sebab usaha kita hanyalah sia-sia jika bukan karena Tuhan yang menolong untuk membebaskan kita.Pengampunan yang diberikan Tuhan itu akan memulihkan keadaan kita. Bersyukurlah kepada Tuhan yang telah menyediakan pertolongan itu melalui kematianNya di kayu salib. Oleh sebab itu siapa yang datang dan percaya kepadaNya akan diselamatkan.

4. Penyerahan diri kepada Allah untuk dibaharui

Kita sebagai orang percaya sangat memerlukan Roh Allah mendiami kita untuk menciptakan di dalam diri kita hati yang selalu menjauhi dan membenci dosa. Roh Kudus itu akan membaharui kita untuk selalu merindukan dan melakukan kehendak Allah dalam hidup kita. Hanya Allah saja yang dapat membuat  kita menjadi ciptaan baru dan memulihkan kehidupan kita. “Jadikanlah aku tahir, ya Allah, dan perbaharuilah batinku dengan roh yang teguh!”, Mazmur 51: 12.
Kita harus datang kepada Allah dan meminta pengampunanNya karena terhadap Allah kita telah berdosa. Daud mengakui kedalaman yang sebenarnya dari kesalahannya itu sebagai keadaan manusia sejak dilahirkan.Hanya Allah yang dapat membersihkan, hanya Allah pula yang dapat melaksanakan pemulihan jiwa dan tubuh secara sempurna dari kehancuran dan akibat dosa.“Bersihkanlah aku dari pada dosaku dengan hisop, maka aku menjadi tahir, basuhlah aku, maka aku menjadi lebih putih dari salju! Biarlah aku mendengar kegirangan dan sukacita, biarlah tulang yang Kauremukkan bersorak-sorak kembali! (ayat 9-10).
Daud tidak akan merasa tenang sebelum ia mengutarakan segala dosanya dihadapan Allah. Perasaannya perih oleh penyesalannya atas keterlibatannya dalam pembunuhan terhadap Uria, Daud membawa jiwanyayang hancur itu kepada Allah sebagai persembahan yang sejati. “Korban sembelihan kepada Allah ialah jiwa yang hancur , hati yang patah dan remuk tidak akan Kau pandang hina ya Allah”, Mazmur 51:19. Tanpa jiwa yang hancur tampaknya segala korban itu tidak bermakna.Setelah Daud membuat pengakuan dosanya, maka nabi Natan langsung mengumumkan pengampunan dari Allah. Allah mengampuni Daud dan  Daud sadar tentang keajaiban kasih dan pengampunan yang begitu indah diberikan Allah kepadanya atas kesalahannya yang sangat besar itu.
Tidak mudah bagi Daud mengakui dosanya itu kepada Allah, namun ia berjuang melawan ungkapan hati terdalamnya itu kepada Allah sekalipun diliputi oleh rasa malu, direndahkan dan dipatahkan oleh rasa bersalahnya. Namun  akhirnyaia ditolong dari keputus-asan itu oleh  iman penyesalannya di dalam kasih Allah.
Dampak dari rasa bersalah itu memang sangat dalam seperti  perasaan ditolak, ketidakmampuan untuk mengatakan tidak, munculnya depresi, kecemasan, dan kehilangan keintiman rohani dengan Allah. Kita bukanlah sebagai orang yang pertama merasakannnya. Jangan lari dan menghukum diri menjadi korban rasa bersalah, sebab jika ini dibiarkan maka keputus-asaan dan kegagalan akan mendatangi kita. Alkitab telah mencatat dalam kitab Mazmur, tentang  gambaran keputus-asaan itu, “Sebab kesalahanku telah menimpa kepalaku; semuanya seperti beban berat yang menjadi terlalu berat bagiku”, Mazmur 38:5.
Saudaraku, Allah mengerti beban berat itu, dan Ia menyediakan jalan untuk mengatasinya.  Oleh kematian Yesus Kristus di kayu salib, Ia menyatakan kita tidak bersalah dan ditebus dari dosa.  Jika kita terus saja berpegang pada rasa bersalah itu, maka kita seolah-olah lebih tahu dari pada-Nya, dan kita menyia-nyiakan pengorbananNya yang rela mati buat kita.Tuhan meminta kita untuk memperbaharui pikiran kita dengan kebenaran FirmanNya untuk membantu kita supaya terhindar dari ganjaran yang tidak menyenangkan.Keadaan memang tidak berubah tapi Allah akan memperbaharui kita dengan memberi kekuatan yang baru serta ia akan mengubah hidup kita menjadi manusia yang baru bagiNya, karena walaupun kita berdosa tapi dapat dibenarkan olehNya karena iman kita kepadaNya kepada kasihNya.
Secara emosional kita mungkin hidup begitu lama dibawah rasa bersalah sehingga menghukum diri sendiri dan tidak merasa ada kebebasan lagi  untuk menjadi baik. Bangkitlah, hadapi rasa bersalah itu, akui dihadapan Tuhan dengan terbuka, dengan jujur dan minta pengampunan dari Tuhan dan bertobat. Jangan berhentimencoba untuk dipulihkan, buang putus asa itu dan rasa ketidakbergunaan itu, datanglah kepadaNya sebab Allah selalu menunggu kita dengan setia.Berserahlah dan minta pengampunan dari Allah. Curahkan semua isi hati, tekanan-tekanan dan beban-beban berat yang menghimpit itu.Meraunglah, menangislah, menjeritlah kepada Tuhan, Dia menunggu dan mendengarkan. Bawalah seluruh jiwa dan hati yang hancur itu kepada Tuhan. Tuhan pasti meringankan beban itu dan memberikelegaan serta bebaskan dari semua beban berat yang menindih itu.  Allah tidak ingin membinasakan umatNya, Ia selalu menawarkan pengampunan jika kita mau bertobat. Pengampunan itu disediakan bagi semua orang , yang sekalipun telah berbuat dosa. “Sekalipun dosamu merah seperti kermizi, akan menjadi putih seperti salju, sekalipun  berwarna  merah seperti kain kesumba, akan menjadi putih  seperti bulu domba, Yesaya 1:18.
Jika  ini sudah datang mengakui kesalahan itu kepada Tuhan dengan rendah hati yang tulus, rasakan betapa besar pengampunan yang diberikanNYa itu, rasakan betapa besar kasihNya itu. Allah adalah kasih.Dia Allah mengasihi, mengasihi orang berdosa.  Dia merindukan orang berdosa datang kepadaNya untuk dipulihkan.  Iblis memang suka mematahkan semangat, dan mengintimidasi kitasebagai orang tidak berguna orang berdosa, sekarang katakan kepada iblis bahwa engkau  telah dibebaskan dan dipulihkan Allah.Engkau sudah dibebaskan, sudah dimerdekakan oleh kasih karunia Tuhan.
Hiduplah sebagai seorang anak Allah yang telah diampuni. Buang rasa malu itu karena  hanya membuat jurang pemisah dalam hubungan kita dengan sesama dan Allah.Terimalah kebebasan dari rasa bersalah itu dalam kasih Allah yang telah dikaruniakanNya melalui pengampunanNya.  Bangkitlah sebagai seorangpemenang yang telah dibebaskan dan dibaharui dalam kasihNya. Berjalanlah dalam terang Firman Allah dan Roh Kudus, sebab di dalam Tuhan, masa depan itu sungguh ada. “Karena masa depan sungguh ada, dan harapanmu tidak akan hilang”, Amsal 23:18. Tuhan mengasihimu.
.
“Berbahagialah ia yang membacakan dan mereka yang mendengarkan kata-kata nubuat ini, dan yang menuruti apa yang ada tertulis didalamnya, sebab waktunya sudah dekat”, Wahyu 1:3.